Liburan Imlek di Medan

Liburan Imlek di Medan

Liburan Imlek di Medan – Tahun Baru Cina merupakan hari libur nasional yang memberikan masyarakat Cina untuk bertemu kembali dengan keluarga mereka sambil merayakan kedatangan Tahun Baru. Tahun baru Cina selalu dirayakan pada hari pertama Kalendar Bulan Cina. Menurut perhitungan Kalender Gregorian, peringatan hari libur ini jatuh pada bulan Januari atau Februari.

1. Maha Vihara Maitreya

Maha Vihara Maitreya
Maha Vihara Maitreya adalah salah satu wihara terbesar di Asia Tenggara. Wihara yang dibangun pada tahun 1999 ini memiliki luas tapak 96 meter x 122 meter. Wihara ini berada di dalam kompleks Perumahan Cemara Asri, Jl Boulevard Utara, Medan dan terbuka untuk semua kalangan agama dan usia. Namun, pengunjung diminta untuk menjaga kebersihan dan tidak ribut jika ada yang sedang sembahyang. Wihara ini terdiri dari tiga gedung utama, yaitu Baktisala Umum, Baktisala Maitreya dan balai pertemuan. Total, daya tampungnya bisa mencapai 6.000 orang. Di ruang utama di dalam wihara, interior megah dan patung Budha berbalut warna emas sangat memukau.

2. Rumah Tjong A Fie

Rumah Tjong A Fie
Lokasi kediaman Tjong A Fie ini menjadi salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi ketika berkunjung ke Medan. Lokasinya berada di Jalan Jendral Ahmad Yani No.105, Kesawan. Tjong A Fie adalah seorang saudagar kaya raya yang tinggal di Medan sejak tahun 1875. Dia dikenal sebagai seorang pekerja keras, namun dermawan dan berbudi luhur. Pengaruhnya sangat luas. Seperti dikutip dari Tribun Medan, perannya menjaga harmonisasi hubungan antara pemerintah Hindia Belanda, Kesultanan Deli dan masyarakat Medan hingga kekaisaran China sangat penting dan menjadi sejarah tentang Kota Medan yang dulu bernama Deli. Kediamannya lalu dibuka untuk umum pada tahun 2009.

Baca Juga :
4 kolam renang terbaim di medan
lgedung london sumatera
asia megamas china town di medan

3. Museum Situs Kota Cina

Museum Situs Kota Cina
Medan Museum ini berada di Jalan Kota Cina No. 65 di Kelurahan Payah Pasir, Medan Marelan. Layaknya berkunjung ke museum, para pengunjung akan menemukan koleksi benda peninggalan masyarakat China di Medan sejak abad 12, seperti keramik, koin kuno, batu giok, hingga patung. Di dalam museum ini juga ada dua nisan peninggalan masa itu yang dipajang bersama makam. Tentu saja, makan itu bukan sungguhan. Untuk bisa melihat-lihat di museum yang sudah ada sejak tahun 1970 ini, pengunjung harus membayar Rp 5.000 per orang.

4. Kawasan kuliner di pecinan Medan

Kawasan kuliner di pecinan Medan
Tak lengkap rasanya ke Medan tanpa icip-icip di kawasan Pecinan Medan di Jalan Semarang. Tentu saja pada malam hari. Di kawasan ini, pengunjung bisa mencoba berbagai menu khas Tionghoa, mulai dari nasi bebek hainan, beragam mi dan bihun, bebek peking, kodok, kerang, hingga liang teh dan minuman soda khas Sumatera Utara, Badak. Jalan Semarang sudah eksis sejak tahun 1960-an. Tadinya, kawasan kuliner tumbuh di Jalan Surabaya mulai tahun 1930 lalu bergeser karena kawasan Jalan Surabaya kemudian dikenal sebagai pusat perbelanjaan elite. Seperti dikutip dari Kompas, pakar kuliner William Wongso bahkan pernah mengatakan, meskipun kuliner jalanan, rasa kuliner Medan seperti kuliner hotel berbintang.

Pada hari raya Imlek, setiap anggota keluarga dari Keluarga masyarakat Cina akan berkumpul dengan sanak keluarga mereka di sebuah tempat.Setelah semua anggota keluarga hadir, suguhan makanan akan disajikan. Kombinasi makanan tradisional Cina dan makanan Indonesia dinikmati oleh mereka yang merayakan Tahun Baru Imlek di Indonesia.

Related posts