Kuliner Martabak Piring Murni

Kuliner Martabak Piring Murni

Duniamalamdimedan.web.id – Apakah Anda bosan dengan martabak biasa? Anda harus mencoba sajian Martabak yang legendaris di Medan. Lokasinya di Jalan Surabaya No. 39. Sesuai namanya, sandwich ini dicetak menggunakan piring di atas kompor arang. Anda dapat memesan martabak halus atau tebal dengan keju, bulan, dan cokelat. Bungkusnya juga unik menggunakan daun pisang. Pertanyaan tentang perasaan tidak perlu dipertanyakan.

Gerai yang menempati sebuah pojok diantara Jalan Bogor simpang Jalan Selat Panjang ini menjadikannya sangat strategis, karena seperti yang diketahui Jalan Selat Panjang merupakan pusat jajanan kuliner chinese street food. Tentunya kehadiran Murni ini menambah keragamanan tersebut. Nah, martabak piring ini kedengarannya agak unik yah…karena beberapa kali kami menjamu tamu mereka selalu penasaran. Menurut mereka sih sebenarnya cemilan ini lebih mirip seperti pancake, karena adonan dasar yang hampir serupa.

Cara masaknya lumayan unik nih. Tungku panas yang berisi arang dengan suhu tertentu sudah dipersiapkan. Selanjutnya piring dengan diameter satu jengkal dilumuri adonan. Nah… ada 2 adonan yang dipakai, yang satu buat martabak tipis lebih encer, dan satunya lagi pekat sesuai untuk suhu panas yang lebih lama. Piring tersebut kemudian ditaroh diatas arang hingga beberapa menit, lalu ditaburilah gula dan topping sesuai pesanan.

Baca juga : Kulinet Miesop Methodist

Setelah martabak dianggap matang, piring diangkat lalu dipindah ke bagian depan. Anggota yang bertugas kemudian mengoles mentega, menaburi meses, wijen, dan lain sebagainya. Ada beberapa varian martabak yang tersedia, mulai dari coklat, kacang, coklat kacang, keju, coklat keju, campur (All in!) masing-masing dengan harga IDR 2000 hingga IDR 5000.

Dan ketika malam menjelang, ramailah yang antri menunggu martabak Murni ini. Proses masaknya sih ga lama, hanya saja kuantitas yang dibeli tiap pengunjung membuat anda harus sedikit bersabar. Buat kami sih yang paling enak itu POLOS, dalam arti hanya diolesi mentega dan sedikit taburan gula pasir, dan dinikmati selagi hangat dan crispy, karena aroma dari adonannya begitu asli. Nah kalo kamu, apa topping favoritnya?

Related posts