Daftar Game Online yang Memiliki Grafik Unik

Daftar Game Online yang Memiliki Grafik Unik

Daftar Game Online yang Memiliki Grafik Unik – Ada banyak jenis game yang bisa kamu unduh dan langsung mainkan dengan senang bersama dengan teman-teman. Keindahan dalam suatu game bukan hanya dihasilkan oleh alur ceritanya yang mengundang berbagai jenis emosi, melainkan musik dan grafiknya. Tentunya, game makin menarik ketika diiringi dengan alunan melodi yang enak didengar dan grafik yang menyita perhatian.

Dalam konteks grafik, banyak tim developer ingin membedakan diri dari pesaing. Tidak harus realistis, mereka mencoba untuk mengadopsi gaya grafik yang lebih kreatif. Berikut beberapa permainan online terbaru yang memiliki grafik yang unik.

1. Cuphead
Populer karena gameplay-nya yang bikin frustrasi, Cuphead sering disamakan dengan game Dark Souls. Di Cuphead, kamu dan satu pemain lainnya berusaha untuk menyelesaikan level yang selalu berakhir dengan boss fight yang sulit.

Namun, daya tarik dalam game run and gun ini bukan terbatas pada gameplay-nya saja. Musik jazz diikuti dengan grafik dan gaya animasi yang terinspirasi kartun 1930-an juga menjadi sorotan para gamer. Yup, bukan terasa bermain game lagi, melainkan menonton kartun yang penuh aksi!

Berkat grafiknya, Cuphead memenangkan berbagai penghargaan seperti desain visual terbaik di Golden Joystick Awards 2017 dan art direction terbaik di The Game Awards 2017.

2. Return of the Obra Dinn
Sebagai penyelidik atau investigator asuransi, kamu punya kewajiban untuk memeriksa kapal Obra Dinn yang rusak tanpa ada tanda-tanda kehidupan. Dalam investigasi ini, kamu akan memutar otak untuk mencari tahu nasib semua awak kapal, siapa pembunuh mereka, dan lokasi mereka apabila masih hidup.

Seperti Cuphead, Return of the Obra Dinn juga mendapatkan pujian karena grafiknya. Gaya 1-bit yang monokrom ini terinspirasi dari deretan game komputer Macintosh awal.

Bicara soal grafik, Return of the Obra Dinn memenangkan penghargaan art direction terbaik di The Game Awards 2018 dan pencapaian artistik di British Academy Games Awards ke-15. Siapa bilang grafik bagus harus realistis?

3. The Walking Dead
Kisah Lee dan Clementine telah membuat banyak gamer meneteskan air mata. Bagi kamu yang belum tahu, game episodik ini bercerita tentang seorang narapidana bernama Lee Everett yang mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup di tengah banyaknya zombi. Tujuan Lee sederhana tetapi sulit. Ya, bertahan hidup dan melindungi seorang anak perempuan bernama Clementine.

Game yang mendapatkan respons yang luar biasa positif ini dikemas dalam grafik ala buku komik. Bahkan, dalam The Walking Dead: The Telltale Definitive Series, grafik ini mendapatkan perubahan. Mengusung nama ‘graphic black’, tampilan The Walking Dead makin mirip dengan komik buatan Robert Kirkman.

4. GRIS
Kalimat tersebut sulit disangkal, mengingat grafik GRIS yang benar-benar fantastis. Kata kunci ‘indah’ sering ditemukan ketika mencari ulasan mengenai GRIS.

Dibuat oleh Nomada Studio, game dengan grafik yang terlihat bak lukisan air ini mengikuti kisah seorang perempuan muda bernama Gris yang menghadapi pengalaman menyakitkan dalam hidupnya. Seiring berjalannya waktu, Gris akan tumbuh secara emosional dan melihat dunianya dengan cara yang berbeda.

Melihat berbagai ulasan yang memuji grafik, sudah dapat diprediksi bahwa GRIS menjadi juara untuk berbagai penghargaan yang berkaitan dengan grafik. Contoh penghargaan yang dimenangkan GRIS adalah Game Developers Choice Awards 2019 kategori seni visual terbaik dan Titanium Awards 2019 kategori seni terbaik.

5. Ōkami
Berawal dari sebuah game PlayStation 2, Ōkami juga dirilis di Wii, meskipun sebelumnya dikabarkan bahwa game ini tidak akan dirilis untuk konsol Nintendo tersebut.

Versi HD-nya kemudian dirilis untuk PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox One, PC, dan Nintendo Switch. Meskipun hadir untuk berbagai konsol yang berbeda, grafiknya tetap abadi, tidak mengenal waktu.

Ōkami menceritakan kisah Amaterasu, dewi matahari Jepang dalam bentuk serigala putih yang berupaya mengalahkan Orochi, iblis berkepala delapan yang menghancurkan Nippon (Jepang).

Awalnya, game ini punya grafik yang terbilang realistis pada masanya. Namun, tim Clover Studio memutuskan untuk mengadopsi gaya sumi-e, lukisan tinta Jepang yang estetis karena warna hitam putihnya. Oleh karenanya, Ōkami dianugerahi penghargaan pencapaian artistik di BAFTA Games Award 2007.

Related posts